Reza Hafiz Pranajaya

Never Mind

Minggu, 10 Maret 2019

ALL ENGLAND HISTORY : Sejarah ALL ENGLAND dari tahun ke tahun

rezahafizpranajaya.com – All England merupakan salah satu pertandingan prestisiun di BWF karena tournament ini berlevel superseries (BWF Super 1000). Ditahun 2019 ini ada  3 kejuaran BWF Super 1000 diantaranya : pada bulan Maret (All England Open), bulan Juli (Indonesia Open), dan bulan September (China Open).


Berlabel superseries juga dapat terlihat dari jumlah hadiah yang diterima yang sangat besar jumlahnya dibandingkan pertandingan BWF yang lainnya.

BACA JUGA : FINAL All England Open  Mohammad Ahsan / Hendra Setiawan vs Aaron Chia/Soh Wooi Yik

BACA JUGA : JADWAL FINAL ALL ENGLAND OPEN 2019

All England berstatus sebagai pertandingan BWF tertua di dunia. All England pertama kali diselenggarakan pada tahun 1899 di Guildford, Inggris. Pada tahun ini pertandingan All England hanya mempertandingan 3 kategori : ganda campuran (XD), ganda putra (MD), dan ganda putri (WD). Untuk tunggal putra (MS) dan tunggal putri (WS) ditambahkan ditahun berikutnya.

Perhelatan All England sempat terhenti dari tahun 1915 hingga 1919 (karena Perang Dunia I) dan dari tahun 1940 hingga 1946 (karena Perang Dunia II).

Pada tahun 1994 -2019 sekarang ini, Pertandingan BWF All England di National Indoor Arena, Birmingham. Namun, sebelum 1994, venue All England sudah berpindah sebanyak tujuh kali.
Berikut ini venue-venue yang pernah digunakan untuk menggelar turnamen All England:
- HQ of the London Scottish Rifles di Buckingham Gate (1899 - 1901)
- Crystal Palace Central Transept (1902)
- London Rifles Brigade's City Headquarters di Bunhill Row (1903 - 1909)
- Horticultural Hall in Vincent Square di belakang the Army and Navy Stores (1910 - 1939)
- Harringay Arena, North London Stadium (1947 - 1949)
- Empress Hall, Earls Court (1950 - 1956)
- Wembley Arena (1957 - 1993)
- National Indoor Arena, Birmingham (1994 - sekarang).

Pada awal berdirinya all England sampai abad ke 20, pertandingan ini dikuasai oleh atlet-atlet tuan rumah. Seiring bertambahnya waktu dan bertambahnya atlet-atlet dari mancanegara yang bertanding, All England sudah tidak didominasi oleh tuan rumah dan menjadi kompetitif tingkat persaingannya.

Bagaimana tingkat prestasi Indonesia di Kejuaraan All England, terhitung sampai dengan tahun 2018, Indonesia total sudah mengantongi 48 kali juara di ajang ini dengan rincian : MS (15), WS (4), MD (20), WD (2), dan XD (5). Indonesia menempati urutan ke-4. Urutan ke-3 ditempati oleh Tiongkok, ke-2 Denmark, dan ke-1 Inggris.

Juara All England dalam lima tahun ini :
Men's Singels
2018 Shi Yuqi vs Lin Dan 21-19, 16-21, 21-9
2017 Lee Chong Wei vs Shi Yuqi 21-12, 21-10
2016 Lin Dan vs Tian Houwei 21-9, 21-10
2015 Chen Long vs Jan O Jorgensen 15–21, 21–17, 21–15
2014 Lee Chong Wei vs Chen Long 21-13, 21-18
Women's Singels
2018 Tai Tzu-ying vs Akane Yamaguchi 21-11, 16-21, 21-19
2017 Tai Tzu-ying vs Ratchanok Intanon 21-16, 22-20
2016 Nozomi Okuhara vs Wang Shixian 21-11, 16-21, 21-19
2015 Carolina Marín vs Saina Nehwal 16-21, 21-14, 21-7
2014 Wang Shixian vs Li Xuerui 21-19, 21-18
Men's Doubles
2018 Marcus Fernaldi Gideon / Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Mathias Boe /
Carsten Mogensen
21-18, 21-17
2017 Marcus Fernaldi Gideon / Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Li Junhui /
Liu Yuchen
21-19, 21-14
2016 Vladimir Ivanov / Ivan Sozonov vs Hiroyuki Endo /
Kenichi Hayakawa
21-23, 21-18, 21-16
2015 Mathias Boe / Carsten Mogensen vs Fu Haifeng /
Zhang Nan
21-17, 22-20
2014 Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Hiroyuki Endo /
Kenichi Hayakawa
21-19, 21-19
Women's Doubles
2018 Kamilla Rytter Juhl / Christinna Pedersen vs Yuki Fukushima /
Sayaka Hirota
21-19, 21-18
2017 Chang Ye-na /   Lee So-hee vs Kamilla Rytter Juhl / Christinna Pedersen 21-18, 21-13
2016 Misaki Matsutomo / Ayaka Takahashi vs Tang Yuanting /
Yu Yang
21-10, 21-12
2015 Bao Yixin / Tang Yuanting vs Wang Xiaoli /
Yu Yang
21-14, 21-14
2014 Wang Xiaoli / Yu Yang vs Ma Jin /
Tang Yuanting
21-17, 18-21, 23-21
Mixed's Doubles
2018 Yuta Watanabe / Arisa Higashino vs J Zheng Siwei /
Huang Yaqiong
15-21, 22-20, 21-16
2017 Lu Kai / Huang Yaqiong vs Chan Peng Soon /
Goh Liu Ying
18-21, 21-19, 21-16
2016 Praveen Jordan / Debby Susanto vs Joachim Fischer Nielsen / Christinna Pedersen 21-12, 21-17
2015 Zhang Nan /    Zhao Yunlei vs Tontowi Ahmad /
Lilyana Natsir
21-10, 21-10
2014 Tontowi Ahmad / Lilyana Natsir vs Zhang Nan /
Zhao Yunlei
21-13, 21-17

Legenda Indonesia, Rudy Hartono masuk dalam daftar pemain tersukses sepanjang sejarah All England dengan raihan 8 gelar juara. Di bawah ini adalah daftar pemain yang paling banyak memperoleh medali pada kejuaraan Inggris Terbuka:




Tidak ada komentar:

Welcome to Add Your Banner