Reza Hafiz Pranajaya

Never Mind

Minggu, 13 Januari 2019

Mari Disimak. Permasalahan yang Sering Timbul Saat Berenang

Sumber gambar : paxabay.com

Terdapat banyak sekali permasalahan yang timbul ketika perenang memasuki atau berada di air. Permasalahan tersebut bisa datang karena faktor kelalaian ataupun faktor eksternal dari penyelam tersebut.  Akibat yang didapatkan bisa fatal sehingga dapat merugikan diri sendiri. Dengan adanya permasalah yang ada bukan berarti kita menjauhkan diri atau takut didalam berenang tetapi kita harus lebih waspada dialam melakukan aktivitas berenang.

Baca juga : jadwal sepakbola 30-31 Januari 2019

Berikut permasalahan saat di kolam renang dan cara mengatasinya:

1. Tidak Mematuhi Peraturan.

Cara mengatasinya :
Seringkali para perenang tidak peduli terhadap lingkungan sekitar kolam. Padahal disekililing kolam renang sering terdapat rambu-rambu atau tanda-tanda yang terpasang pada papan atau banner yang terdapat didekat kolam.

Gambar 1. Peraturan didalam area renang
Rambu-rambu tersebut berupa peraturan ataupun mendeskripsikan keadaan kolam renang. Kita sebagai perenang sebaiknya mematuhi peraturan yang ada. Dengan tujuan supaya kita selamat dalam melakukan akitivitas didalam kolam renang dan peduli terhadap lingkungan kolam renang. Dicermati dengan baik peraturan yang ada supaya kita terhindar dari insiden di kolam renang.

2. Kram atau cedera pada Otot

Cara mengatasi :
Kram atau cedera otot dapat terjadi dikarenakan penyelam tergesa-gesa didalam melakukan pemanasan. Waktu ideal yang dapat dilakukan saat pemanasan adalah 15 sampe 30 menit. Pemanasan dilakukan bertujuan untuk meningkatkan laju metabolisme, mempersiapkan paru-paru dan jantung, mempersiapkan otot-otot, sendi, merangsang pernapasan didalam meningkatkan suplai O2 dan saraf tubuh. 

Pemanasan otot yang dilakukan sebelum renang: peregangan otot leher, otot-otot lengan, otot-otot pinggung, otot-otot perut dan punggung, dan otot-otot pada kaki.

Gambar 2. Pemanasan sebelum berenang

3. Iritasi Mata dan Kulit

Iritasi pada mata dan kulit saat berenang disebabkan karena mata dan kulit kita terpapar langsung oleh air kolam renang yang mengandung klorin atau kaporit. Senyawa klorin yang bersifat iritatif kemudian akan menyebabkan peradangan pada lapisan mata bagian luar seperti pada bagian kornea mata. Gejala iritasi yang muncul akibat peradangan tersebut diantaranya berupa mata merah, mata terasa seperti berpasir, mata terasa gatal, mata terasa pedih, mata berair, bengkak pada kelopak mata, dan penglihatan menjadi kabur. Sedangkan pada kulit, kulit akan terasa gatal-gatal.

Cara mengatasi :

Kacamata berenang. 
      Disarankan setiap melakukan aktivitas berenang harus menggunakan kacamata berenang untuk mengurangi iritasi pada mata. Kacamata berenang yang sesuai dengan standar internasional perenang.
Gambar 3. Kacamata renang

Durasi berenang. 
Pada setiap individu terdapat perbedaan antara hubungan durasi berenang dengan iritasi pada mata tergantung tingkat kepekaan atau kesensitivan mata.
Gambar 4. Durasi berenang

Gaya berenang. 
Dengan menggunakan gaya punggung tentu lebih sedikit terpapar air kolam renang karena wajah menghadap ke atas dan berada di atas permukaan air. Berbeda dengan gaya bebas, gaya kupu-kupu, dan gaya katak dimana wajah menghadap ke bawah sehingga lebih banyak terjadi paparan oleh air kolam renang yang mengandung klor. 

Gambar 5. Renang gaya punggung

Kesadaran perenang
Untuk pengguna kolam renang sebaiknya meningkatkan kesadaran tentang pentingnya memakai kacamata renang, pakaian renang dan perlengkapan keselamatan renang lainnya saat berenang. Dan segera membersihkan diri dengan air bersih mengalir setelah selesai berenang.

Gambar 6. Ketentuan sebelum dan sesudah berenang

4. Tenggelam

Pentingnya kesadaran diri perenang dialam mengetahui kemampuan yang dia miliki. Harus tetap rendah diri. Mengikuti peraturan yang berlaku, terbuka menerima saran, dan safety first.

Cara mengatasi :
Jangan berenang sendirian
Bagi perenang pemula, dibutuhkan sekali pe kalian memerlukan perenang yang ahli untuk mengawasi dan melatih kalian. Dengan begitu, kalian akan aman didalam berenang dan dipandu didalam mempelajari teknik dasar berenang.

Gambar 7. Himbauan jangan berenang sendirian

Menggunakan pelampung atau papan peluncur.
Biasanya pelampung digunakan untuk balita berenang dan papan peluncur digunakan oleh pemula untuk berenang.

Gambar 8. Pelampun dan peluncur dapat digunakan untuk mengurangi resiko tenggelam

Menambah pengalaman berenang.
Menambah pengalaman berenang dengan cara kita sering melatih kemampuan berenang dan menambahkan jam latihan berenang. Setelah itu, semua direkap kedalam logbook. Logbook adalah buku catatatan mengenai hasil-hasil dari latihan yang telah kita kerjakan. Kemudian dari logbook tersebut dievaluasi, apa saja kelemahan dan kelebihan yang kita punya kemudian dicarikan solusi untuk menutupi kelamahan yang kita punya.

Gambar 9. Catat hasil renang di Logbook (buku catatan)

Mempelajari teknik Water Trap/ menginjak-injak air.
Teknik water trap adalah teknik yang digunakan untuk mengapung di air tanpa berpindah tempat dengan kondisi kepala diatas air serta menggerakan kaki dan tangan seperti berenang gaya katak. 

Gambar 10. Water Trap
Sumber gambar : wikiHow

Kesimpulan :
jadi sebelum berenang, baca terlebih dahulu peraturan-peraturan yang terdapat di sekitar kolom renang melakukan pemanasan sebelum masuk kekolam, dan utamakan keselamatan.

Pustaka :
Anderson B. 2008. Stretching. Shelter Publications California USA.
Martin Dumzt Ltd. London. Special Olympics Coaching Quick Start Guide – AQUATICS. 2004. Special Olympics.
Paterson  L.,  Renstrom  P.  2006. Sports  Injuries,  Their  Prevention  and  Treatment. 
Wicaksono B, Budiyono, Setiani O. 2016. Faktor Risiko Kejadian Iritasi Mata pada Pengguna Kolam Renang Di Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol.4. No.4: 852-858 (ISSN: 2356-3346).

Tidak ada komentar:

Welcome to Add Your Banner